menyembunyikan ke-Ilahi-annya di balik
wadah air yang telah dipilihnya sendiri,
seolah-olah membuka rahasia pada dunia
tentang dirinya yang sejati.
Hatiku menunduk penuh haru,
karena memang air tidak berbentuk, sama seperti hidup ini,
Senantiasa mengalir, dan berubah.
Kalaupun seandainya hidup ini kelihatannya berbentuk dan pasti,
hanya karena pikiran kita menciptakan wadah bagi Sang Air.
Ketika Sang Air terjebak dalam wadah,
dia pun terenggut dari satu-satunya kekuatan alami yang dimiliki.
Kekuatan untuk bebas dan mengalir.
Tanpa batasan, tanpa wadah.
Hanya ketulusan apa adanya setiap momen...
Larut dalam cinta.
Bebas dan mengalir.