Selasa, 30 November 2010

Sang Air (sepenggal bermakna)

“Hidup ini cair,” ujar sahabatku yang jenius,
menyembunyikan ke-Ilahi-annya di balik
wadah air yang telah dipilihnya sendiri,
seolah-olah membuka rahasia pada dunia
tentang dirinya yang sejati.

Hatiku menunduk penuh haru,
karena memang air tidak berbentuk, sama seperti hidup ini,
Senantiasa mengalir, dan berubah.
Kalaupun seandainya hidup ini kelihatannya berbentuk dan pasti,
hanya karena pikiran kita menciptakan wadah bagi Sang Air.

Ketika Sang Air terjebak dalam wadah,
dia pun terenggut dari satu-satunya kekuatan alami yang dimiliki.
Kekuatan untuk bebas dan mengalir.

Tanpa batasan, tanpa wadah.
Hanya ketulusan apa adanya setiap momen...
Larut dalam cinta.

Bebas dan mengalir.


 http://rezagunawan.blogspot.com/2006/07/sang-air-dalam-ilmu-penyembuhan-timur.html

Selasa, 23 November 2010

.jeruji juragan.

maka di sinilah aku berada..
di antara tumpukan jeruji yang harus diasah..
diperuncing kata juragan,,

duh lamanya kau runcingkan jeruji itu??
juragan mulai marah..

ampun juragan,,tidak kah juragan lihat jeruji ini sudah runcing
bahkan sanggup berubah seperti sembilu..

tahu kah kau budak,,untuk apa jeruji ini untuk apa??
jeruji ini akan menembus raga setiap manusia yang halangi jalanku menuju esa..

ckckckcc,,juragan ampun terlalu egois..
ini hanya saya si budak pengasah jeruji tanpa bayaran..

kamuu..

tadi malam kau mampir lagi dalam mimpiku..
kau tahu???

aku sedih,,berharap kau nyata..

,,dan ketika ku terbangun hanya sinaran lentera kecil temani tidurku,,
tak ada kamu...

aku sedih,,berharap kau nyata..